Senin, 05 Juni 2017

Cerita Trimester Pertama Kehamilan Kedua


Image credit by www.cantikitu.com

Kehamilan itu unik menurut saya, setiap orang pasti beda-beda ceritanya. Kisah saya di kehamilan kedua ini pun sangat beda dengan kehamilan pertama. Di kehamilan kedua ini saya merasa gampang capek, bawaannya mau rebahan terus, rasa mual yang hampir setiap hari datang bikin saya kepayahan. Tidak seperti kehamilan anak pertama dulu, di trimester pertama mual-mual enggak selalu datang, hanya sesekali saja. Bahkan saya enggak ada masalah dalam beraktivitas. Mungkin juga faktor usia yang bisa dibilang sudah enggak muda lagi dan berat badan yang sudah jauh dari kata porposional, hihihi..

Bicara tentang kehamilan pasti enggak jauh-jauh dari topik ngidam. Pada kehamilan pertama saya, saya enggak ada ngidam yang khusus, saya hanya kepengen makan kue ape atau yang familiar disebut dengan kue tete. Itupun enggak harus langsung ada, dibeliin kapan pun saya makan. Di kehamilan kedua pun saya juga terlalu ngerasain ngidam yang berarti, saya cuma kepengen makan geplak yang akhirnya saya bikin sendiri di rumah setelah bingung harus beli di mana, terus saya kepengen makan asinan betawi yang sampai saat saya ketik tulisan ini masih belum kesampaian baru akan pesen sama teman, dan kepengen makan kue kembang goyang yang akhirnya secara kebetulan dikasih sama kakak sepupu. Alhamdulillah, rejeki anak soleha.

Lalu kalau ngebahas masalah hamil muda, pasti enggak jauh sama hal yang bikin mual. Ibu hamil itu memang secara indra penciuman akan lebih peka dibandingkan yang tidak hamil. Makannya terkadang suka mual kalau nyium bau tumisan bawang putih, mual bau minyak wangi yang menusuk, atau bahkan ada yang mual nyium bau suaminya sendiri, hihihi.. Alhamdulillah kalau yang itu saya enggak ngalamin. Tapi yang saya alami ini agak aneh, sih. Di kehamilan pertama saya, saya bisa muntah tiba-tiba hanya karena ngeliat atau ngebayangin wastafel cucian piring, hahahaaha.. Sedangkan di kehamilan kedua ini, saya bisa seketika mual setiap kali saya mencoba nge-draft tulisan, bahkan melihat blog saya saja saya mual! Saya jadi jarang buka sosial media terutama instagram. Saya buka instagram cuma untuk lihat lambe turah aja, hahahaha..

Banyak teman saya yang menanyakan kenapa sekarang saya jarang review kuliner lagi di blog, atau kok, instagramnya enggak update lagi biasanya rajin cekrek-cekrek makanan. Sejujurnya ini pengaruh dari rasa mual saya. Saya akan sangat mual saat melihat gambar-gambar makanan, apapun jenis makanannya. Sedangkan di Instagram saya banyak sekali teman-teman food blogger yang sering update foto makanan, makannya saya jadi enggak berani berani buka, even hanya melihat feed Instagram saya sendiri hihihi.. Baru sekarang saat usia kandungan saya memasuki 15w saya baru berani mencoba.

Lalu makanan apa yang bisa bikin mood saya hilang saat hamil muda? Kalau saat kehamilan pertama saya, ayam yang paling saya jauhi, semua olahan ayam. Untuk yang ke dua ini, ayam bisa bikin mual tapi hanya ayam goreng, dan gulai. Sedangkan ayam bakar, enggak. Lalu tahu bandung, kalau tahu sumedang, atau tahu kulit, atau tahu isi atau perkedel tahu enggak apa-apa. Dan saya lagi musuhan banget dengan makanan padang, jangaankan nyium baunya, ngebayangin bentuknya saja bisa bikin saya hilang mood seharian.

Yah, memang ada-ada saja kalau lagi hamil, kadang enggak masuk akal tapi memang begitu adanya. Ada yang bilang itu adalah bentuk caper-nya ibu hamil, susah juga ngejelasinnya gimana kalau secara ilmiah. Mendingan cobain hamil, deh, hehehe.. 

Happy pregnant, 15w!

Selasa, 16 Mei 2017

Cara Terbaik Memberikan Kesan Pertama Saat Pendaftaran Beasiswa

Image by: www.republika.co.id


Membuat kesan pertama hebat merupakan hal yang sangat penting. Bagiamana tidak, kesan pertama yang hebat, selalu berhasil menjadi jalan kesuksesan dalam segala hal. Baik mendapat teman baru, mendapat pekerjaan, hingga beasiswa. 

Umumnya program beasiswa ini merupakan program yang cukup panjang prosesnya. Dari proses seleksi, melengkapi data diri, membuat esai, hingga wawancara. Pada saat itulah, anda wajib memberikan kesan pertama yang hebat kepada pemberi beasiswa. Adapun cara terbaik memberikan kesan pertama saat pendaftaran beasiswa diantaranya : 


1. Tunjukkan Ketertarikan Anda Terhadap Program Beasiswa Tersebut

Kesan pertama sangat penting, terutama untuk bersaing mendapatkan beasiswa S1 di Jakarta atau yang lainya. Tunjukkan ketertarikan anda terhadap program beasiswa tersebut saat pembuatan esai, wawancara, ataupun presentasi. Sampaikan dengan mantap, tegas, dan logis. Cerminkan juga pada setiap kata yang anda lontarkan dan sikap saat menghadapi wawancara. 


2. Tunjukkan Ketertarikan Anda Terhadap Institusi Pemberi Beasiswa

Selain menunjukkan ketertarikan terhadap program beasiswa S1 di jakarta atau berbagai program beasiswa lainya, menunjukkan ketertarikan lebih terhadap institusi pemberi beasiswa juga sangat penting. Jika pemberi beasiswa berasal dari institusi pendidikan maka tunjukkan ketertarikan Anda terhadap instituusi pendidikan tersebut. Gali infomarasi sebanyak-banyaknya tentang intitusi tersebut agar lebih meyakinkan. 

Jika pemberi beasiswa S1 di jakarta atau berbagai program beasiswa lainya adalah sebuah perusahaan, maka tunjukkan ketertarikan anda terhadap perusahaan tersebut. Tunjukkan bahwa anda benar-benar kagum dengan perusahaan tersebut dari segala aspek, seperti: manajemennnya, visi misi perusahaannya, atau yang lainnya.

3. Keinginan Belajar Lebih Penting Daripada Nilai Akademik 

Hal ini yang sangat penting dan masalah yang paling banyak sering terjadi. Kebanyakan mahasiswa tidak percaya diri mendaftar beasiswa dikarenakan nilai akademiknya tidak tinggi. Padahal keinginan belajar sebenarnya jauh lebih penting dari nilai akademik. Seorang pemberi beasiswa akan mempertimbangkan esai calon penerima beasiswa yang memiliki semangat dan keinginan belajar lebih. Karena bagi mereka, nilai hanyalah sebuah persyaratan dan sifatnya relatif, sedang keinginan belajar mutlak dari diri seseorang.

4. Jelaskan Bagaimana Anda Berkontribusi Dalam Program 

Seorang pemberi beasiswa tentu akan bertanya kepada anda, kontribusi apa yang akan anda berikan ketika menerima beasiswa. Jelaskan semua hal yang bisa anda lakukan dengan percaya diri tinggi, tanpa ragu-ragu, dan meyakinkan. Hal ini adalah poin terpenting. Seorang pemberi beasiswa tidak mungkin memberikan beasiswa kepada seseorang yang tidak memiliki kontribusi.