Parenting

Tips Toilet Training Untuk Anak Kala Malam Hari

www.pondokibu.com
Setelah sebelumnya saya share tentang cara mengajarkan toilet training untuk anak pada siang hari, kali ini saya akan sharing bagaimana toilet training untuk anak pada malam hari.

Saat ini toodler saya sudah berumur 4,2 tahun. Sampai diusianya yang ke 4,1 tahun lebih 2 minggu saya masih memakaikannya pampers saat malam hari. Seperti yang saya sudah sampaikan sebelumnya, saya pakaikan pampers agar tidur malamnya enggak terganggu karena ompol yang melanda hehehe.. Namun suatu waktu saya berbincang dengan beberapa teman yang anaknya sudah lepas pampers. Lalu ada salah satu dari mereka berkata “Kok masih lo pakein pampers sih, udah 4 tahun kali cin. Lo enggak coba ajarin pipis malem?” Mendengar omongan itu, saya malah jadi baper. Jadi ngerasa nggak ngarahin anak yang baik.

 <<Lanjut Baca>>

Kapan Ya, Anak Saya Masuk Sekolah?
pixabay.com
Assalamualaikum

       Zaman sekarang banyak orangtua yang berlomba-lomba memasukan anaknya ke play group, atau paud atau TK, tanpa memperhatikan kesiapan si anak. Padahal sekolah bukan hanya sebagai tempat menuntut ilmu, tapi menjadi salah satu tempat pembentukan karakter anak. Nah, kali ini saya share beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua sebelum mengambil keputusan memasukan anak ke sekolah pertamanya.

 <<Lanjut Baca>> 

 Tips Toilet Training Pada Anak Kala siang Hari

Toilet Training - www.cosmomom.net
Assalamualaikum,

Kali ini saya mau sedikit flashback saat saya melakukan toilet training-nya Hercules saya saat dia berusia satu tahun. Kebetulan saya memang membiasakan dia enggak memakai pampers kala siang, kalau ngompol, ya, sudah biarkan saja. Saya juga enggak pernah terlalu memikirkan cucian celana anak yang menumpuk, toh saya masih sanggup nyuci sendiri hehehe. Tapi saat malam hari saya masih memakaikan pampers dengan maksud agar tidurnya berkualitas dan enggak terganggu hanya karena setiap jam pipis (itu sih, pemikiran saya, lho, ya)

Membiasakan atau menatar anak pipis di wc juga membantu si anak untuk mengenalkan "warning" kebelet pipis. Saya enggak menggunakan training pant, karena memang enggak mau beli, sayang cuma dipakai sebentar. Saya juga enggak pakai pee trainer walau dapat kado itu dari teman, karena jujur saya malas membersihkannya nanti. Jadi mendingan saya mengajarkan sendiri anak saya pipis di wc.

<<Lanjut Baca>>

Sedia Ini Ketika Si Kecil Demam

Foto: Fimela.com
Bulam April, kita mulai memasuki pergantian musim yang biasa kita sebut pancaroba. Untuk bunda yang punya anak balita atau batita, harus lebih diperhatikan gizi anaknya, ya, supaya enggak gampang sakit.

Di masa peralihan cuaca seperti ini, anak-anak mudah sekali terkena flu, bisa hanya sekadar batuk pilek, atau sampai demam. Ketika anak demam, bundanya jangan langsung panik karena kalau bunda panik, si kecil makin merasa enggak nyaman.

Demam terjadi biasanya karena tubuh terinfeksi virus atau bakteri. Peningkatan suhu tubuh (suhu normal biasanya 37 derajat) terjadi karena antibodi sedang melawan virus atau bakteri tersebut (ini yang saya tau dari beberapa dokter anak). Jadi bisa dibilang demam itu ada baiknya karena menjadi alarm untuk tubuh. Yang harus bunda lakukan adalah menjaga si anak dari luar yaitu dengan memberikan makanan dengan gizi yang cukup dan mengajak anak beristirahat. Jika demam dikarenakan virus, seperti influenza, demam akan terjadi selama 2-3 hari dan akan hilang dengan sendirinya. Beda hal jika demam dikarenakan serangan bakteri, biasanya harus diberikan tindakan medis lainnya, misalkan pemberian antibiotik.

<<Lanjut Baca>>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar