Jumat, 13 Oktober 2017

Komitmen Berkembang Bersama



  
“ Jujur, menjaga kredibilitas, tanggung jawab baik terhadap keluarga, pekerjaan, maupun terhadap social” – Eka Tjipta Widjaja 


Tahun 1938, tepatnya pada tanggal 3 Oktober, berbekal tekad, Eka Tjipta memulai aktivitas wirausaha dengan berjualan beragam produk makanan di Makassar, Sulawesi Selatan, dan berlanjut ke perdangangan kopra. Meski menjumpai sejumlah tantangan, ia terus bergerak membangun jaringan, hingga berhasil meraih reputasi diantara rekan-rekan bisnisnya. Ia menganggap kepercayaan adalah modal utama dalam berwirausaha, bukan uang. Ini yang membuatnya mampu memutar roda bisnisnya. Kerja keras dan ketekunan membawanya dalam kesuksesan hingga kini.

Sepenggal cerita di atas adalah kisah sejarah dari salah satu perusahaan besar di Indonesia yang kini berusia 79 tahun dan memiliki 6 pilar usaha. Walaupun masing-masing dikelola secara independent namun mampu berkomitmen mengelola kebutuhan utama masyarakat, sekaligus mampu mendorong kesejahteraan dan perekonomian bangsa.

Jika bicara mengenai Sinar Mas, tentu yang pertama kali terpikirkan di otak saya adalah perusahaan asuransi. Padahal asuransi hanya salah satu dari ke 6 pilar yang membuat Sinar Mas masih berdiri hingga kini. 6 pilar tersebut antara lain:
       
      1. Produk Pulp dan Kertas

Bermula dari PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia di Mojokerto, Jawa Timur, pada tahun 1972, Asia Pulp Papper (APP) berkembang menjadi industri berkapasitas produksi hingga 12 juta ton per tahun, yang menjangkau 120 negara di 6 benua, dengan mengandalkan keberadaan sebanyak lebih dari 70 ribu orang karyawan.


 2.  Agribisnis dan Pangan

Sinar Mas bergerak di sektor agribisnis dan pangan melalui Golden Agri-Resources Ltd (GAR), yang berdiri pada tahun 1996 dan tercatat di Bursa Efek Singapura sejak tahun 1999. Bersama salah satu anak perusahaannya, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 1992, GAR termasuk pengelola perkebunan kelapa sawit terintegrasi terbesar di dunia. Tau minyak goreng Filma? Pasti tau, kan! Filma merupakan hasil produk olahan kelapa sawit yang dikelola oleh Sinar Mas.

3. Pengembang dan Realestate

Salah satunya adalah pembangunan digital hub di BSD City. Adalah usaha dari Sinar Mas Land salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia yang menyediakan beragam produk, mulai dari kota mandiri, perumahan, kawasan komersial dan industri, hotel hingga resor wisata, yang tersebar tidak saja di Indonesia, tapi juga di Asia hingga Eropa.

4. Financial Services

Sinar Mas melalui PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) Menjangkau masyarakat dengan layanan berkualitas global di sektor perbankan, asuransi, pembiayaan nasabah, serta manajemen aset, dengan dukungan layanan terpadu dan solutif, sekaligus mendorong jangkauan keuangan inklusif bagi masyarakat luas.

5. Komunikasi dan Teknologi
Melalui PT Smartfren Telecom Tbk dengan mengandalkan teknologi 4G LTE Advanced pertama di Indonesia, yakni sebuah teknologi jaringan nirkabel tidak membedakan jaringan GSM ataupun CDMA, dengan menggabungkan dua atau lebih saluran radio (spektrum) untuk mendapatkan kecepatan yang lebih baik.

6. Energi dan Infrastruktur

Sinar Mas bergerak pula dalam penyediaan energi listrik, pertambangan batu bara, infrastruktur, bahan kimia, perdagangan ritel dan multimedia, sejak tahun 1998 melalui PT Dian Swastatika Sentosa Tbk dan sejumlah perusahaan di bawah naungannya.

Trade Expo Indonesia 2017 Sinar Mas

Di usianya yang ke 79 ini, Sinar Mas ikut serta dalam acara Trade Expo Indonesia 2017 di ICE BSD City 11-15 Oktober 2017. Berlandaskan komitmen dan didukung pilar-pilar usaha yang dimiliki oleh Sinar Mas, Sinar Mas sangat termotivasi untuk memperluas usahanya. Baru-baru ini Sinar Mas meresmikan pabrik oleokimia PT Energi Sejahtera Mas dengan nilai investasi mencapai Rp 4,77 triliun di Dumai, Riau. Pabrik tersebut memproduksi asam lemak dan lemak alkohol berkapasitas 160 ribu metrik ton per tahun dan mengekspornya ke kawasan Asia, Eropa Timur dan Eropa Barat.


Buat kamu yang penasaran apa saja sih, usaha yang dikembangkan dan apa saja sih, kegiatan yang dilakukan oleh Sinar Mas? Kepo-in saja media sosial mereka di bawah. Selamat kepo!

















Senin, 28 Agustus 2017

Hal Yang Di Tunggu Saat Usia Kandungan Memasuki 7 Bulan

Image Credit: Pixabay

Time flies so fast, ya! Enggak berasa tau-tau sudah masuk 7 bulan kehamilan. Antara deg-degan semakin dekat persalinan, sama senang karena semakin dekat perjumpaan sama anak. Masalah kenyamanan pastinya sudah mulai menghilang. Perut semakin membuncit, strechmark mulai tegas, pegal semakin tak terelakan, sesak mulai melanda, insomnia semakin menyerang. Nah, dalam hal ini pijatan sang ayah sangat diperlukan sang ibu untuk menghilangkan semua ketidaknyamanan. Hayo, ayah mana nih, jangan mijet handphone terus! hahaha..

Namun diantara rasa yang berkecamuk itu, ada beberapa hal yang paling dinanti-nanti oleh para ibu hamil termasuk saya, ketika usia kandungan memasuki 7 bulan. Apa saja itu?

1. Shopping Time!
    Yeiy, akhirnya boleh belanja-belanja keperluan si kecil. Ini yang paling saya nanti-nanti. Setelah selama ini mesti menahan rasa ingin belanja, cuma bisa ngiler kalau lihat e-commerce perlengkapan bayi, baju yang lucu-lucu, sepatu yang bikin gemes, sampai keperluan untuk ASI dan ASIP yang bikin pusing. Yang terpenting di bulan ini harus memastikan dompet si ayah berisi tebal, hihihi.. Oh ya, kenapa sih, harus usia 7 bulan baru kita boleh beli perlengkapan bayi? Kata orangtua sih, pamali kalau beli sebelum usia kandungan 7 bulan. Takutnya ternyata enggak sesuai harapan misalkan keguguran (Amit-amit, sih). Tapi kalau menurut saya pribadi, di usia 7 bulan kita sudah yakin masalah kelamin si jabang bayi, waktunya pun enggak terlalu jauh sama waktu melahirkan. Untuk ibu yang enggak sabar membeli keperluan bayi, jangan lupa untuk me-listing keperluan si kecil, supaya jangan lapar mata. Apalagi yang sedang mengandung anak pertama, pasti lagi senang-senangnya dan bawaannya pengen dibeli semuanya.

2. Baby Shower
    Kalau di Indonesia lebih familiar dengan sebutan nujuh bulanan. Nujuh bulan adalah tradisi adat Jawa yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan memohon keselamatan untuk sang anak dan ibu, memohon kesejahteraan dan rejeki yang berlimpah untuk si anak kelak setelah dilahirkan. Walau pun saat ini tradisi nujuh bulan sudah jarang dilakukan lagi, berganti dengan acara empat bulanan karena dipercaya saat usia 4 bulan ditiupkanlah ruh sang anak ke dalam tubuhnya. Baby shower lebih mengangkat tradisi barat, dimana acara tersebut biasanya dilakukan bersama keluarga dan kawan terdekat dengan acara makan-makan, atau memberikan kado serta souvenir sebagai kenang-kenangan untuk para sejawat.

3. Pencarian Nama
    Di usia kandungan ke 7, biasanya ayah sama bunda sudah mulai sibuk memilah-milah kata untuk nama sang calon bayi. Makin rajin lihat situs-situs nama anak yang baik, mulai baca-baca buku nama-nama bayi, tak ayal ada yang bertanya kepada "orang pintar" nama apa yang akan diberikan agar memiliki nasib baik kelak setelah lahir. Saya pun sudah memiliki nama untuk anak perempuan, peninggalan dari alm, ayah saya ketika membuatkan nama untuk anak pertama saya. Anak ke dua ini saya berharap anak saya perempuan, jadi saya enggak perlu lagi mencari nama untuk anak perempuan. Namun ternyata hasil USG menyatakan anak ke dua saya berjenis kelamin laki-laki. Mulai pusinglah saya mencari-cari nama yang baik untuk anak laki-laki ini. Ayahnya pun enggak mau ikut campur kalau pemilihan nama anak laki-laki, 100% menyerahkan kepada saya.

Dari ke tiga hal di atas, cuma nomor 3 yang masih perlu dicari-cari. Mungkin ada yang mau kasih ide kira-kira nama yang unik untuk anak laki-laki apa? Saya terima segala masukan yang baik. lho.